Dari Musrenbangdes Untuk Kemajuan Desa Sungai Nibung

Sungainibung.desa.id – Pemerintah Desa Sungai Nibung menggelar kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di saung pada rabu (12/02/2020) pagi. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Teluk Pakedai beserta jajaran, Kepala Desa Sungai Nibung beserta staff, BPD, Kepsek SDN 19 dan SMPN 03 Teluk Pakedai dan Staff Kesehatan Desa, serta para Tokoh Agama Dan Masyarakat Desa Sungai Nibung.

Didalam rapat Kepala Desa Sungai Nibung Syariff Ibrahim Mengatakan, setiap pembangunan yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten sampai dengan Desa, pasti mempunyai perencanaan.

“Dan dalam setiap perencanaan pembangunan, pastilah diawali dengan musyawarah. Dan katakanlah hari ini Desa Sungai Nibung telah melaksanakan kegiatan musyawarah, mulai dari tinggat dusun sampai dengan desa. Sehingga melahirkan kesepahaman untuk pembangunan ditahun berikutnya,” Kata Kades Sungai Nibung.

Lanjut Kades Sungai Nibung, setiap pembangunan yang terjadi disetiap tahunnya, tentu mempunyai langkah – langkah awal, seperti tahap perencanaan. Yang nantinya akan diajukan. Namun, masalah terakomodir ataupun tidak, itu tergantung dari kemampuan anggaran yang ada.

“Jadi masyarakat harus lebih bersabar ketika perencanaannya, masih tidak di akomodir. artinya aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, bukan tidak diakomodir, akan tetapi kita juga memiliki proses atau tahapan – tahapan, terutama hal – hal yang mengacu pada tatacara atau aturan yang ada. Namun untuk hal – hal mendesak, itu nantinya akan menggunakan anggaran khusus, bahkan kegiatan – kegiatan seperti Gotong – royong dan sebagainya dapat dilaksanakan sepontanitas. Jadi mari kita pelan – pelan memahami tentang pentingnya sebuah perencanaan, atau proses – proses itu sendiri,” ucap Kades Sungai Nibung dengan jelas.

Ditempat yang sama Camat Teluk Pakedai, H. Muhammad Yusuf menambahkan, bahwa dirinya terasa seperti pulang kampung, mengingat dirinya merupakan putra asli kelahiran Teluk Kelam, Kecamatan Teluk Pakedai. Pembangunan didalam Desa mempunyai dua tahap, yaitu tahapan perencanaan pembangunan enam tahunan. Yang artinya dibuat satu kali semasa kepala desa tersebut menjabat. Dan perencanaan pembangunan tahunan, yang merupakan satu – satunya dokumen perencanaan di tingkat desa.

“pembangunan ditingkat desa dilaksanakan dalam tiga kegiatan besar, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencaaan ini ditingkat desa sifatnya wajib dilaksanakan, seperti yang kita laksanakan pada hari ini. Jika desa tidak melaksanakan kegiatan Musrenbang, maka kegiatan di tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional akan terganggu siklusnya. Jadi suka atau tidak suka kita dengan adanya kegiatan Musrenbang ini, tapi inilah tata aturan mainnya tentang perencanaan pembangunan di Negara Indonesia saat ini. Jika kita tidak melaksanakan kegiatan ini, maka otomatis pada tahun 2021, kita tidak akan bisa berbuat apa – apa,” ungkap Camat Teluk Pakedai dengan tegas.

Camat Teluk Pakedai memaparkan, bahwasannya di Desa Sungai Nibung ini mendapatkan beberapa kegiatan yang menggunakan dana (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah)APBD Kabupaten Kubu Raya. Yaitu, Jalan Desa Kuala Karang menuju Desa Sungai Nibung dengan total anggaran Rp. 186 Juta. Jalan gertak Dusun Tanjung Ru dengan besaran Rp. 3 Juta.

“Yang agak lumayan ini adalah di bidang pendidikan yaitu, pembangunan rumah dinas Kepala Sekolah dan guru dengan nilai Rp. 183 Juta, Penambahan ruang kelas Rp. 191 Juta, Rehab berat bangunan sekolah Rp. 512 Juta, dan Rehab Ruang Perpustakaan senilai Rp. 109 Juta. Semuanya ini berada di SD Negeri 19 Teluk Pakedai. Sedangkan SMP Negeri 03 Teluk Pakedai untuk tahun ini, belum mendapatkan pembangunan apa – apa. Tapi akan tetap kita perjuangkan ditahun berikutnya. Dan Alhamdulillah untuk tahun ini Kecamatan mendapatkan pembangunan Indikatif yang merupakan kewenangan dari Kecamatan dengan pagu dana sebesar Rp. 3,5 Milyar dan hal ini masih sama dengan yang kita dapatkan ditahun lalu. Jadi, setiap desa saya bagi Rp. 200 Juta, silahkan Desa Sungai Nibung ini, akan diperuntukan apa dan silahkan juga bagi para pemangku kepentingan untuk senantiasa berkoordinasi kepada Kepala Desa. Dan tidak lupa saya ingatkan kepada Kepala Desa, bahwasannya semua kegiatan yang dilaksanakan tidak pernah terlepas dari unsur pajak. Jadi sekecil apapun itu harus dibayarkan. Karena sekecil apapun juga, pasti akan ketahuan kalau kita tidak membayarnya. Karena sistim didalam pajak, sudah sangat ketat sekali,” Papar Camat Teluk Pakedai.

Ditambahkan lagi oleh Pendamping Desa di Kecamatan Teluk Pakedai, Jamhur mengungkapkan, saat ini sudah memasuki bulan Februari, hal yang paling urgen yang harus dikerjakan oleh Perangkat Desa yang di bantu oleh BPD adalah untuk sesegera mungkin menyelesaikan (Rencana Kerja Tahunan)RKP ditingkat Desa Tahun 2020.

“Setelah RKP nya selesai dibuat, maka harus dilanjutkan dengan pembuatan penyusunan APBDes. Dan diharapkan kepada Sekdesnya untuk menyelesaikannya agar hal ini dapat dicapat penyelesaiannya dengan tepat waktu. Dan kita juga sudah menganggarkan untuk kegiatan Bumdes ditahun, namun dikarenakan waktu yang kurang memadai, maka kita anggarkan lagi ditahun ini. Dan kedepan Bumdes diharapkan dapat menghasilkan (Pendapatan Asli Desa) PADes bagi desa,” tutup Jamhur.

(Vicky)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan