Rokok Dan Lem Adalah Pintu Gerbang Narkoba

Sungainibung.desa.id –Penggiat Anti Narkoba Kecamatan Teluk Pakedai melakukan sosialisasi Anti Narkoba di SMPN 03 Teluk Pakedai pada Rabu (27/11/2019) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh, Kepala Sekolah SMPN 03 Teluk Pakedai beserta para guru, Ketua Komite SMPN 03 Teluk Pakedai, Sekretaris Desa Sungai Nibung, Tokoh Masyarakat Desa Sungai Nibung, dan seluruh Siswa – Siswi SMPN 03 Teluk Pakedai.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMPN 03 Teluk Pakedai, Lily S.Pd menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Penggiat Anti Narkoba Kecamatan Teluk Pakedai,  Pemerintah Desa Sungai Nibung, dan tokoh masyarakat beserta ketua Komite dan Para Siswa – siswi yang sudah datang, guna mengikuti kegiatan pada hari ini.

Lily meminta kepada seluruh siswa – siswinya, untuk mendengarkan seluruh materi yang disampaikan oleh Para Penggiat Anti Narkoba Kecamatan.

“hal ini sangat bermanfaat sekali bagi anak – anak kami disini, jadi anak – anak saya harapkan tenang dan simak apapun yang disampaikan oleh para Penggiat Anti Narkoba Kecamatan. Karena Ibu sebagai orang tua kalian disekolah ini, tidak ingin, anak – anak ibu terjerumus dalam penyalah gunaan narkotika,” Ucap Lily, S.Pd sambil tersenyum.

Ditambahkan oleh Ketua Komite SMPN 03 Teluk Pakedai, Abdul Hadi mengajak seluruh guru – guru SMPN 03 Teluk Pakedai, Aparatur Pemerintah Desa, Dan Kecamatan beserta seluruh lapisan masyarakat Desa Sungai Nibung untuk menghindari dan mencegah pemakaian narkotika.

“Mari kita semua menjauhi dan mencegah apapun bentuk narkotikanya. Karena semua itu, jangan sampai ada di Desa yang sama – sama kita cintai ini, yaitu Desa Sungai Nibung. Sehingga desa kita, dapat terhindar dari penyalah gunaan narkotika,” kata Ketua Komite SMPN 03 Teluk Pakedai, Abdul Hadi.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Rehalibitas pada Penggiat Anti Narkoba Kecamatan Teluk Pakedai Rabuansyah menuturkan, ngelem juga termasuk salah satu aktivitas yang dapat membahayakan bagi anak – anak muda, khususnya pada usia remaja. Karena efek ngelem dapat menyebabkan seseorang dapat berkhayal tinggi, dengan tatapan yang kosong.

“Selain itu, akibat kita ngelem itu adalah, denyut jantung kita meningkat, kemudian kita juga dapat merasa mual – mual dan muntah, serta juga dapat membuat kita berhalusinasi. Karena disuatu tempat, ada anak – anak yang ngelem, kemudian mereka mengkhayal dapat menurunkan hujan. Bahkan ia berhalusinasi dapat mendatangkan uang, emas dan intan,” tutur Kasi Rahalibitas, Rabuansyah.

Ditambahkan lagi oleh Ketua Penggiat Anti Narkoba Kecamatan Abdul Gani memaparkan, narkoba boleh digunakan hanya untuk penelitian dan medis. Namun tidak untuk disebarkan secara umum.

“Dahulu pada saat itu, ganja banyak di tanam di daerah Aceh, namun kehadirannya disalahkan oleh oknm – oknum tak bertanggung jawab. Bahkan waktu itu, ganja sering dicampurkan didalam masakan. Sehingga masakan itu jadi terasa enek, baik itu ganja kering, maupun ganja sintetis yang telah di olah, oleh oknum tak bertanggung jawab, dan dilebihkan dosisnya. Padahal zaman dahulu, ganja tidak dilarang, namun dengan adanya oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab. Makanya pemerintah melarang peredaran ganja,” tutur Ketua Penggiat Anti Narkoba Kecamatan, Abdul Gani.

(Vicky)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan