kepiting bakau
kepiting bakau

Sungai Nibung- 15/02/2018 pemuda desa sungai nibung mulai melirik budidaya kepiting bakau di hutan mangrove. Sulitnya mencari kepiting disungai karena rusaknya ekosistem kepiting dimana akhir-akhir ini begitu banyak pengambilan kepiting yang ada disungai-sungai. Hal ini terjadi karena harga pasar yang cukup mahal sehingga kepiting menjadi buruan. Akibatnya produksi kepiting disungai hutan mangrove menjadi menurun.

Dengan kondisi ini akhirnya pemuda desa sungai nibung kecamatan teluk pakedai kabupaten kubu raya. Berinisiatif untuk memulai budidaya kepiting bakau dengan cara membuat kerambah ramah lingkungan dengan memagar pohon mangrove mengunakan jaring dan terpal kemudian menebar kepiting didalamnya.

Ketua LPDH desa sungai nibung, Abdul Hadi mengatakan, “hutan mangrove merupakan tempat tinggal bagi kepiting sehingga sangat cocok untuk dikembangkan dudidaya kepiting. Memanfaatkan hutan mangrove tanpa harus merusaknya. Dengan ini keberadaan hutan mangrove bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya di desa sungai nibung. Budidaya kepiting ini merupakan salah satu usaha dalam mengoptimalkan hasil hutan bakau kayu di kawasan hutan mangrove”. Ungkapnya

Hely Kusuma- salah satu pemuda yang juga tergabung sebagai anggota kelompok PSDA rindang alam desa sungai nibung, mulai menjalankan budidaya kepiting dan berharap budidaya kepiting ini dapat meningkatkan ekonomi sehingga dapat mengurangi angka penganguran. “semogga dengan upaya keramba ini dapat menjaga kelestarian kepiting sekaligus menambah penghasilan bagi kami”. Ujarnya.

12/02/2018 musliandi

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan